Kambing

Cara Mudah Beternak Kambing di Indonesia

Dalam membudidayakan kambing, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, diantaranya sarana dan prasarana yang dapat mendukung suksesnya membudidayakan kambing.

PRASARANA

Lahan dan lokasi usaha budi daya kambing perah harus memenuhi ketentuan sebagai berikut:

  • Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL);
  • sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP), Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten/Kota (RTRWK) atau Rencana Detail Tata Ruang Daerah Kabupaten/Kota (RDTRD);
  • lokasi budi daya kambing perah dengan lokasi budi daya ternak lainnya harus terpisah;
  • letak dan ketinggian lokasi dari wilayah sekitarnya memperhatikan topografi dan fungsi lingkungan dari wilayah sekitarnya;
  • mudah diakses atau terjangkau alat transportasi; dan
  • tersedia sumber pakan.

Air dan Sumber Energi

Tersedia cukup air bersih sesuai baku mutu dan sumber energi antara lain listrik sebagai sumber penerangan yang cukup sesuai dengan kebutuhan dan peruntukannya.

SARANA

Sarana usaha budi daya kambing perah yang baik meliputi bangunan, alat dan mesin peternakan dan kesehatan hewan, pakan, dan obat hewan.

  1. Bangunan. Bangunan untuk usaha budi daya kambing perah yang baik meliputi jenis bangunan, konstruksi bangunan, dan tata letak bangunan.

Jenis bangunan, terdiri dari:

  • Kandang kambing perah bunting, kandang kambing perah beranak, kandang anak kambing perah, kandang kambing perah muda, kandang isolasi, dan kandang pejantan;
  • gudang penyimpanan pakan, peralatan, dan tempat penyimpanan obat;
  • unit kamar susu; dan
  • unit pengolahan limbah (digester). Selain jenis bangunan tersebut di atas, hendaknya mempunyai bangunan kantor untuk urusan administrasi dan mess karyawan, bagi perusahaan peternakan.

Konstruksi bangunan, antara lain:

  • berbentuk panggung dengan lantai kandang setinggi 0,8-1 meter dari permukaan tanah;
  • permukaan lantai dasar kandang didesain dengan kemiringan ke arah pembuangan limbah;
  • permukaan lantai kandang rata, kuat, dan mudah dibersihkan;
  • memiliki tempat pakan dan minum;
  • mempunyai ventilasi yang cukup untuk sirkulasi udara dengan baik;
  • saluran limbah didesain agar dapat menampung limbah cair dan limbah padat;
  • luas ruang kandang yang diperlukan untuk setiap ekor disesuaikan dengan status fisiologi dan jenis kelamin; dan
  • mempunyai tempat pemerahan (platform/bale).

Tata Letak Bangunan, meliputi:

  • dikelilingi pagar yang dapat menjamin keamanan, dan pada pintu masuk dilengkapi desinfektan;
  • letak kandang dengan bangunan lain bukan kandang harus terpisah;
  • posisi kandang membujur dari barat ke timur atau sebaliknya untuk mengurangi sinar matahari langsung;
  • ruangan tempat penampungan susu harus terpisah dari kandang atau gudang agar dapat menjamin mutu dan keamanan susu; dan
  • bangunan kantor dan mess karyawan terpisah dari kandang serta dibatasi dengan pagar rapat, bagi perusahaan peternakan.

2. Alat dan Mesin Peternakan dan Kesehatan Hewan. Dalam melakukan budi daya kambing perah yang baik diperlukan alat dan mesin peternakan dan kesehatan hewan, antara lain: a. alat pensuci hama; b. alat pembersih kandang; c. timbangan; d. alat penerangan; e. mesin pencacah rumput (chopper); f. California Mastitis Test (CMT); g. dipping cup; h. milk can; i. gelas ukur; j. cooling unit; k. alat pengolah limbah; l. mesin pasteurisasi, pendingin, pengepakan/packaging; m.alat pengukur volume susu; n. penyaring susu; o. pembersih puting susu (teat dip); p. panci stainless; q. alat uji susu; r. water heater; s. kantong kemasan susu jenis polypropilene atau High Density Polyethilene; dan t. karung dengan kantong plastik di bagian dalam. Semua peralatan yang dipergunakan harus selalu dalam keadaan bersih, steril, dan kering.

3. Pakan yang dipergunakan dalam budi daya kambing perah yang baik dapat berupa hijauan pakan, seperti rumput gajah, rumput raja, kaliandra, turi, glirisidia, indigofera, lamtoro, waru, singkong, ketela rambat, nangka, albesia, murbai, mahoni, dan angsana. Jumlah dan jenis pakan yang diberikan harus disesuaikan dengan tujuan produksinya, umur, dan status fisiologi kambing perah. Untuk meningkatkan produksi susu dapat pula diberikan pakan tambahan berupa konsentrat. Peternak dan perusahaan peternakan dalam melakukan budi daya kambing perah yang baik dilarang menggunakan pakan yang dicampur dengan hormon tertentu atau antibiotik imbuhan pakan, serta pakan yang mengandung bahan pakan yang berupa darah, daging, dan/atau tulang. Penggunaan pakan dan/atau bahan pakan yang berasal dari organisme transgenik harus memenuhi persyaratan di bidang keamanan hayati.

Obat Hewan yang harus diperhatikan:

  • obat hewan yang dipergunakan dalam budi daya kambing perah harus memiliki nomor pendaftaran;
  • obat hewan yang dipergunakan sebagai imbuhan dan pelengkap pakan meliputi premiks dan sediaan obat alami sesuai dengan peruntukannya; dan
  • penggunaan obat hewan harus sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang obat hewan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat